Assalamu'alaykum wr wb
Monday, October 20, 2008
Happy 5th Anniversary
Hari ini...19 Oktober 2008....5 tahun yang lalu, lembaran baru dalam hidupku di mulai.
Dengan ijab qobul yang sangat sakral, mengharukan...resmilah aku menjadi seorang istri.
Kini...setelah 5 tahun perjalanan kami....tetap masih banyak kerikil kerikil dalam kehidupan kami.
Ya...karena kami tidak saling mengenal sebelum nya. Alloh yang mempertemukan kami.
Suamiku...tetaplah bersabar membimbing aku di jalanNYA
Tetaplah bersabar mendampingi aku yang penuh dengan kekurangan diri
Mari tetap berpegang teguh pada komitmen pernikahan kita....bahwa kita menikah hanya karena Alloh saja...tidak karena yang lain, dan oleh karena itu...apa yang terjadi dalam rumah tangga kita...rujukan nya cuma 1 Alloh saja.
Tetaplah saling mencintai karena Alloh...
AKu selalu merindukan genggaman erat tanganmu disetiap saat disetiap kesempatan...karena genggaman tangan kita akan meluruhkan dosa2 kita satu per satu
Perbedaan usia yang cukup jauh...ternyata sudah kita buktikan...tidak ada permasalahan bahkan tidak ada hubungan nya kedewasaan seseorang di nilai dari usia nya.
Rabb...
Maafkan kami kalau ternyata kecintaan kami kepada pasangan kami melebihi cinta kami padaMU
Kami tidak pernah berfikir demikian ya Rabbi...
Kami menikah karena Engkau ya Alloh...
Ampuni kami atas kelemahan kami...
Kami berdua ikhlas atas segala yang telah Engkau tetapkan pada kami...termasuk belum sampai amanah anak pada kami
Semoga kami bisa mengambil hikmah dari apa apa yang telah Engkau tetapkan pada kami...
My lovely husband...HAPPY 5th ANNIVERSARY
Dengan ijab qobul yang sangat sakral, mengharukan...resmilah aku menjadi seorang istri.
Kini...setelah 5 tahun perjalanan kami....tetap masih banyak kerikil kerikil dalam kehidupan kami.
Ya...karena kami tidak saling mengenal sebelum nya. Alloh yang mempertemukan kami.
Suamiku...tetaplah bersabar membimbing aku di jalanNYA
Tetaplah bersabar mendampingi aku yang penuh dengan kekurangan diri
Mari tetap berpegang teguh pada komitmen pernikahan kita....bahwa kita menikah hanya karena Alloh saja...tidak karena yang lain, dan oleh karena itu...apa yang terjadi dalam rumah tangga kita...rujukan nya cuma 1 Alloh saja.
Tetaplah saling mencintai karena Alloh...
AKu selalu merindukan genggaman erat tanganmu disetiap saat disetiap kesempatan...karena genggaman tangan kita akan meluruhkan dosa2 kita satu per satu
Perbedaan usia yang cukup jauh...ternyata sudah kita buktikan...tidak ada permasalahan bahkan tidak ada hubungan nya kedewasaan seseorang di nilai dari usia nya.
Rabb...
Maafkan kami kalau ternyata kecintaan kami kepada pasangan kami melebihi cinta kami padaMU
Kami tidak pernah berfikir demikian ya Rabbi...
Kami menikah karena Engkau ya Alloh...
Ampuni kami atas kelemahan kami...
Kami berdua ikhlas atas segala yang telah Engkau tetapkan pada kami...termasuk belum sampai amanah anak pada kami
Semoga kami bisa mengambil hikmah dari apa apa yang telah Engkau tetapkan pada kami...
My lovely husband...HAPPY 5th ANNIVERSARY
Monday, September 08, 2008
Aku Kangen Dirimu
hmmm...gak tau ya kenapa setiap mau nulis...tiba2 hilang semangat....padahal ide nya juga lumayan banyak...hehehe...maafkan daku yang sudah ibu ibu ini...keburu capek sebelum berjuang...HAYOO SEMANGAT SEMANGAT !!!
31 Mei 2008
Baru 4 pekan aku mengenalmu saudariku
SUbhanalloh....Alloh memberikan banyak pencerahan
Tetapi...Alloh memang hanya mengizinkan aku mengenalmu hanya 4 pekan...dan kaupun menghadapNYA
Sebenarnya sudah sejak lama aku mendengar nama mu di sebut sebut teman teman akhwat di sekitar keaktifanku di rumah. Mereka sering bilang, dirimu ingin ikut ngaji lagi setelah sekian lama sakit. Walaupun sakitmu juga tidak kunjung sembuh.
Sampai suatu sore, aku diperkenalkan kepadamu lewat seorang teman. Dari fisikmu jelas nampak bahwa penderitaanmu pasti begitu panjang dan dalam atas penyakit yang kau derita...ya ..TBC itu kerap menyambangimu berulang.
Tetapi yang aku kagum dari obrolan singkat kita...suaramu begitu tajam, penuh keyakinan.
Sejak pertemuan kita itu...dan pertemuan pertemuan selanjutnya...subhanalloh...begitu bersemangatnya dirimu datang di setiap pengajian yang kita adakan...walaupun dirimu harus bersusah payah jalan...selalu kau hindari jalanan yang menanjak..walaupun sedikit...karena itu akan membuatmu tersengal sengal dan bahkan bisa sesak nafas.
Subhanalloh...sahabatku, adikku seperjuangan....
Beberapa pekan kemudian, atas saran dan semangat teman teman, dirimu kembali ingin melakukan pengobatan dokter.
Allohu Akbar...ketika dirimu harus menjalani foto paru paru di salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Bilangan Jakarta Timur...dengan enteng nya petugas RS itu mengatakan : "Paru Paru nya rusak gini !"...Astaghfirullah...betapa hancurnya perasaan dirimu dan suamimu.
Aku tahu khabar itu dari suami mu. Beliau memohon dengan sangat untuk dapat memberikan semangat kepada dirimu...bahwa bagaimanapun hidup mati itu Alloh yang berkehendak...minimal jangan putus asa.
Sejak dari RS itu...kesehatanmu sangat jauh menurun. Dan akhirnya kau pun harus di rawat karena beberapa hari sulit tidur dan sesak nafas.
Aku begitu terharu ketika sudah 2 hari kau di UGD, tidak di tangani dokter karena kamar RS itu penuh...kau telpon aku..."Bu maaf ya, aku jadi gak bisa ngaji...gak bisa ketempatan ngaji di rumah"..."Aku capek bu, sakit ini begitu menusuk...boleh pinjam kaset murotal enggak...biar aku bisa dengerin Qur'an".
Dalam sakitmu pun kau ingat pengajian kita, kau masih ingin mendengarkan ayat ayat suci Al Qur'an....subhanalloh.
2 hari 2 malam kau di rawat tanpa penanganan dokter, teman teman silih berganti menghiburmu...tetapi kau pun akhirnya tidak sanggup menanggung derita berkepanjangan
31 Mei 2008, kira kira jam 10 pagi...kau berbahagia menghadapNYA...aku tidak bisa menemanimu di saat saat terakhir mautmu, walaupun saat itu aku berada di RS bersama sama sahabat sahabatmu yang lain ingin menjengukmu.
Ukhti...Alloh begitu menyayangimu.
Proses membawa jasadmu dari RS ke rumah...begitu cepat, tanpa kesulitan.
Di rumah begitu banyak sahabat, teman, adik adik TPA menunggumu...semua bersedih ditinggalkan olehmu
Jam 14.00 jasadmu pun sudah siap untuk dimakamkan....dan tanpa di duga...di pemakaman sudah siap teman teman ikhwan menyambut keranda dan jenazahmu...dan merekapun memberi penghormatan terakhir nya padamu...
Tiada satu pun teman teman mu mendengar kekurangan dirimu...semua yang hadir mengungkapkan kenangan indah berjuang di jalan dakwah bersamamu
Dalam sakitmu pun...kau sempatkan untuk menolong mencarikan dana bagi adik adik yang kesulitan uang sekolah.
Wanita Sholehah...itu yang pantas di sematkan untuk dirimu
Ya Alloh...Berikanlah tempat terbaik di sisiMU bagi sahabatku ini. AKu yakin beliau begitu banyak mengumpulkan amal amal untuk dapat bertemu dengan Engkau ya Alloh...terimalah amalan amalan nya.
...Aku kangen dirimu...teman teman sepengajianmu juga...kangen sekali...hiks
31 Mei 2008
Baru 4 pekan aku mengenalmu saudariku
SUbhanalloh....Alloh memberikan banyak pencerahan
Tetapi...Alloh memang hanya mengizinkan aku mengenalmu hanya 4 pekan...dan kaupun menghadapNYA
Sebenarnya sudah sejak lama aku mendengar nama mu di sebut sebut teman teman akhwat di sekitar keaktifanku di rumah. Mereka sering bilang, dirimu ingin ikut ngaji lagi setelah sekian lama sakit. Walaupun sakitmu juga tidak kunjung sembuh.
Sampai suatu sore, aku diperkenalkan kepadamu lewat seorang teman. Dari fisikmu jelas nampak bahwa penderitaanmu pasti begitu panjang dan dalam atas penyakit yang kau derita...ya ..TBC itu kerap menyambangimu berulang.
Tetapi yang aku kagum dari obrolan singkat kita...suaramu begitu tajam, penuh keyakinan.
Sejak pertemuan kita itu...dan pertemuan pertemuan selanjutnya...subhanalloh...begitu bersemangatnya dirimu datang di setiap pengajian yang kita adakan...walaupun dirimu harus bersusah payah jalan...selalu kau hindari jalanan yang menanjak..walaupun sedikit...karena itu akan membuatmu tersengal sengal dan bahkan bisa sesak nafas.
Subhanalloh...sahabatku, adikku seperjuangan....
Beberapa pekan kemudian, atas saran dan semangat teman teman, dirimu kembali ingin melakukan pengobatan dokter.
Allohu Akbar...ketika dirimu harus menjalani foto paru paru di salah satu Rumah Sakit Pemerintah di Bilangan Jakarta Timur...dengan enteng nya petugas RS itu mengatakan : "Paru Paru nya rusak gini !"...Astaghfirullah...betapa hancurnya perasaan dirimu dan suamimu.
Aku tahu khabar itu dari suami mu. Beliau memohon dengan sangat untuk dapat memberikan semangat kepada dirimu...bahwa bagaimanapun hidup mati itu Alloh yang berkehendak...minimal jangan putus asa.
Sejak dari RS itu...kesehatanmu sangat jauh menurun. Dan akhirnya kau pun harus di rawat karena beberapa hari sulit tidur dan sesak nafas.
Aku begitu terharu ketika sudah 2 hari kau di UGD, tidak di tangani dokter karena kamar RS itu penuh...kau telpon aku..."Bu maaf ya, aku jadi gak bisa ngaji...gak bisa ketempatan ngaji di rumah"..."Aku capek bu, sakit ini begitu menusuk...boleh pinjam kaset murotal enggak...biar aku bisa dengerin Qur'an".
Dalam sakitmu pun kau ingat pengajian kita, kau masih ingin mendengarkan ayat ayat suci Al Qur'an....subhanalloh.
2 hari 2 malam kau di rawat tanpa penanganan dokter, teman teman silih berganti menghiburmu...tetapi kau pun akhirnya tidak sanggup menanggung derita berkepanjangan
31 Mei 2008, kira kira jam 10 pagi...kau berbahagia menghadapNYA...aku tidak bisa menemanimu di saat saat terakhir mautmu, walaupun saat itu aku berada di RS bersama sama sahabat sahabatmu yang lain ingin menjengukmu.
Ukhti...Alloh begitu menyayangimu.
Proses membawa jasadmu dari RS ke rumah...begitu cepat, tanpa kesulitan.
Di rumah begitu banyak sahabat, teman, adik adik TPA menunggumu...semua bersedih ditinggalkan olehmu
Jam 14.00 jasadmu pun sudah siap untuk dimakamkan....dan tanpa di duga...di pemakaman sudah siap teman teman ikhwan menyambut keranda dan jenazahmu...dan merekapun memberi penghormatan terakhir nya padamu...
Tiada satu pun teman teman mu mendengar kekurangan dirimu...semua yang hadir mengungkapkan kenangan indah berjuang di jalan dakwah bersamamu
Dalam sakitmu pun...kau sempatkan untuk menolong mencarikan dana bagi adik adik yang kesulitan uang sekolah.
Wanita Sholehah...itu yang pantas di sematkan untuk dirimu
Ya Alloh...Berikanlah tempat terbaik di sisiMU bagi sahabatku ini. AKu yakin beliau begitu banyak mengumpulkan amal amal untuk dapat bertemu dengan Engkau ya Alloh...terimalah amalan amalan nya.
...Aku kangen dirimu...teman teman sepengajianmu juga...kangen sekali...hiks
Wednesday, January 30, 2008
Selamat Tahun Baru 1429 H
Selamat tahun baru Hijriyah 1429 H
Semoga di tahun baru, keberkahan menyelimuti diri kita...amiinnn
Semoga di tahun baru, keberkahan menyelimuti diri kita...amiinnn
Tuesday, December 04, 2007
Kangen
Sudah lama sekali saya ndak curhat via blog tercinta ini...hmmm.
Kenapa ya tiap kali akan menulis selalu saja ada kebuntuan di tengah cerita....kendala yang paling klasik...ndak bisa mengeksplorasi bahasa...ko ya rasanya bahasa saya di blog ini membosankan...saya sendiri yang baca punya kesan bosan terhadap tulisan saya...apalagi orang lain yang baca ya....
Kenapa ya tiap kali akan menulis selalu saja ada kebuntuan di tengah cerita....kendala yang paling klasik...ndak bisa mengeksplorasi bahasa...ko ya rasanya bahasa saya di blog ini membosankan...saya sendiri yang baca punya kesan bosan terhadap tulisan saya...apalagi orang lain yang baca ya....
Tuesday, September 11, 2007
Keguguran Lagi
Kembali aku mengalami keguguran. Ini kehamilan ke 3 dan kembali gagal. Sebenarnya sewaktu tahu kalau hamil, ada perasaan tidak percaya...ya antara bersyukur tapi juga terheran heran, termasuk juga suamiku. Dengan kwalitas pertemuan yang jarang antara kami berdua selama hampir 2 bulan terakhir, plus kesibukan cukup luar biasa membantu mempersiapkan pilkada...rasanya kok gak mungkin hamil...masyaAllah...masih tidak percaya juga akan kebesaran Allah.
Beberapa hari kemudian aku memeriksakan diri ke dokter, dan dari hasil USG, masih belum bisa dikatakan "hamil" karena belum ada kantong janin. Ya Allah....aku jadi merasa sangat bersalah dengan perasaanku ketika awal mengetahui hamil...sama sekali tidak bersyukur. AKhirnya aku diberi obat penguat dan vitamin vitamin, dan di wanti wanti sama dokternya, kalau ada flek bed rest, kalau ada pendarahan maka segara datang.
Namun memang kehendak Allah yang harus aku terima, beberapa hari kemudian terjadi flek dan terus terjadi pendarahan, dan pada akhirnya harus kembali digugurkan, karena memang belum terjadi kantong janin walaupun sudah usia kehamilan 6 minggu.
Subhanallah...ujian Allah itu begitu indahnya. Selalu dan selalu menginnginkan aku untuk bersabar atas setiap keinginan yang menyenangkan.
Semoga Allah kelak memberikan yang terbaik lagi buat kami berdua...amiinnn
Beberapa hari kemudian aku memeriksakan diri ke dokter, dan dari hasil USG, masih belum bisa dikatakan "hamil" karena belum ada kantong janin. Ya Allah....aku jadi merasa sangat bersalah dengan perasaanku ketika awal mengetahui hamil...sama sekali tidak bersyukur. AKhirnya aku diberi obat penguat dan vitamin vitamin, dan di wanti wanti sama dokternya, kalau ada flek bed rest, kalau ada pendarahan maka segara datang.
Namun memang kehendak Allah yang harus aku terima, beberapa hari kemudian terjadi flek dan terus terjadi pendarahan, dan pada akhirnya harus kembali digugurkan, karena memang belum terjadi kantong janin walaupun sudah usia kehamilan 6 minggu.
Subhanallah...ujian Allah itu begitu indahnya. Selalu dan selalu menginnginkan aku untuk bersabar atas setiap keinginan yang menyenangkan.
Semoga Allah kelak memberikan yang terbaik lagi buat kami berdua...amiinnn
Wednesday, June 20, 2007
Aku Pingsan...
Beberapa hari sebelum acara Munashoroh Palestin, seorang teman sepengajian saya memberitahukan bahwa tanggal 10 nanti akan ada munashoroh Palestine. Wah...bahagia nya saya, saya rindu bertemu dengan saudara seantero Jakarta, bahkan biasanya sampai saudara saudara se Jawa Barat pun datang.
Selalu saja saya pikiran saya berjalan kemana mana, mengharap selalu acara itu sebagai penambah semangat dakwah bagi kemenangan Islam, bahagia akan bertemu dengan saudara saudara seiman, tak lupa bahagia menanti taujih taujih dari ustadz ustadz yang sangat menyejukkan hati dan mengobar kan semangat jiwa dan raga...juga nasyid nasyid yang membakar jiwa jiwa yang lemah agar kembali berdiri tegak dan bergerak dengan shof yang rapat dalam berjihad di Jalan Nya....Allahu Akbar !!!!
Sempat juga janjian dengan beberapa teman lama yang jarang bertemu, dan memang di acara acara terdahulu, selalu saja acara ini menjadi ajang kangen kangenan dengan saudara lama tak basuo...hehehhe
2 hari sebelum nya saya sudah ketar ketir aja, bisa gak ya abi nya di ajak pergi pagi pagi banget, biar dapet depan panggung gitu (hehehe...maluuww), soal gak sreg banget kalo gak lihat langsung gitu ustadz nya ngasih taujih, atau lihat langsung yang nyanyi nansyid. Tapi gak berani juga bertanya tanya, karena akhir akhir ini pekerjaan nya benar benar banyak dan saya yakin dia capek.
Sampai pas hari H nya, memang ternyata kami tidak bisa pergi lebih pagi...jam 7.30 kami baru keluar dari rumah, plus kali ini harus naik kereta, karena motor infentaris harus di tinggal di rumah ibu di Bekasi. Malam sebelumnya dia harus kawal barang ke Bogor, jadi gak mungkin bolak balik cuma ambil motor.
Kami naik kereta, saya dengan PD nya beli karcis sampe stasiun Cikini aja, pas di kereta dan sudah menjelang dekat stasiun Cikini, saya mulai agak agak bingung, karena lumayan banyak ikhwan dan akhwat yang sesama pengguna kereta gak ada yang turun Cikini. Teorinya, kalau mau ke HI, turun Cikini, jalan sebentar trus naik kopaja turun menara BDN kalo gak salah...heheh lupa. Sementara abi nya juga bingung alias lupa kayaknya bagus nya turun mana. Akhirnya kami turun Stasiun Gondangdia, pertimbangan saya, nanti kalo di denda sama PJKA karena sengaja turun lewat dari rute yang dibeli,sementara abi nya ngelihat ikhwan akhwat yang juga sama sama mau ke munashoroh, sebagian besarnya turun Gondangdia. Jadilah kita turun Gondangdia, walaupun ternyata jurusan kita beda. Kami ambil rute sebelah kiri stasiun sementara banyak orang ambil rute sebelah kanan stasiun.
Karena tidak ada kendaraan umum semacam kopaja yang lewat, akhirnya kami naik bajaj menuju HI. Sampai HI saya terbingung bingung...ko sepi ya...perasaan dapat sms dari teman untuk munashoroh ini rute nya Sudirman - Thamrin - Monas...alias long march....kok sekarang sepi bener. Ndak seberapa lama abi sms teman nya menanyakan munashoroh dimana ?...ternyata di monas...hmmmm...perubahan dadakan yang tak sampai ke kami. Akhirnya kami putuskan naik bis, dan ternyata bertemu dengan beberapa rombongan rombongan kecil yang juga tau nya acara di HI. Kami sama sama naik bis.
Sesampai di Monas...suasana sudah amat sangat ramai. Peserta munashoroh plus yang biasa jalan jalan dan olah raga pagi nampak berbaur. Jalan saya arahkan langsung menuju panggung utama...heheheh...maksa mode on. SUasana di areal panggung memang sudah termasuk padat, kalau mau memaksakan diri memang masih ada sih celah celah sedikit yang bisa kita masukin. Dan saya memang semangat sekali untuk bisa masuk ke arena panggung, kalau bisa ke tengah.
Alhamdulillah lumayan bisa agak di tengah, sebelah menyebelah sudah jarang ada ibu ibu yang berdiri, kalaupun ada ya pasti dengan suami dan anak anak nya. Saya datang acara sudah mulai dengan tilawah. Alhamdulillah enggak telat telat banget.
Orasi orasi yang disampaikan oleh para ustadz, juga tamu yang datang dari orang orang nasionalis membuat tambah semangat saya walaupun semakin siang semakin panas. Tambah semangat lagi ketika tampil nasyid Izis yang menyanyikan lagu nasyid yang menggelorakan semangat yang hadir. Para lelaki berjingkrak jingkrak semangat, dan kalaupun saya tak malu...saya pun pasti akan berjingkrak jingkrak pula...hehehe
Nah ketika mulai ada orasi orasi lagi, saya sebenarnya mulai merasakan perut yang berbunyi dan lambung yang terasa sakit...waahhh...baru ingat saya, tadi pagi enggak sarapan. Tapi lapar itu tidak saya rasakan karena mendengarkan orasi dalam kondisi duduk. Selesai orasi orasi itu dan kembali nasyid dihadirkan, kami pun berdiri...dan....mulailah tiba tiba kepala saya pusing, penglihatan agak tidak jelas, dan terasa lemas sekali badan saya. Saya coba jongkok sambil berpegangan kaki suami saya. Rupanya tidak menolong juga karena ditambah kaki yang kesemutan. Saya coba kembali berdiri...dan ternyata hasil nya lebih parah...saya jadi tambah lemas dan tambah pusing. Akhirnya saya duduk saja, karena memang sudah hampir tidak kuat kalau harus jongkok.
Suami saya terlihat agak bingung, karena memang saya enggak pernah kayak gini sebelumnya. "Mi...kenapa mi ? pusing ya...mau di gimanain ?" katanya pelan. Dengan agak memaksakan mengeluarkan suara, karena memang lagi lemas betul, saya minta air. "Air mas...air, kalo ada yang panas lebih bagus" kataku lemas. "Beli dulu ya mas ?" bilang suamiku. "Duh mas kelamaan kalo beli, gak kuat nih, minta aja deh gak apa apa" kataku setengah memaksa. Suamiku diam aja, dan gak lama pergi beli air.
Di tengah tengah menunggu suami itu, ada akhwat yang menanyakan saya "Kenapa bu ?, ko pucat ?". "Iya nih pusing sekali" jawabku sambil tetap memberikan senyum pada nya."Ibu sarapan enggak tadi pagi ?" tanya nya. Agak nyengir nyengir saya bilang "Enggak sempat sarapan nih". "Waahhh...ibu pantesan gak sarapan, ini bu ada roti di makan". Lantas akhwat itu mengeluarkan kotak makan nya berisi roti, juga mengeluarkan air minum mineral nya...Ya Allah...malu rasa nya....
Gak berapa lama suami datang dengan membawa air mineral dan cocktail...heheheh...saya bingung....."Ko coktail gini mas...ini asem, dingin lagi" protes saya. "Udah minum aja, ini manis, gak ada asem nya, gak dingin juga" kata suami....ya sudah saya minum aja...saya cuma berdoa mudah mudahan gak tambah sakit perut karena minum cocktail ini. Sementara itu, akhwat yang membantu saya dengan roti nya ternyata mereka ber tiga. 2 teman lainnya pun akhirnya mengerubungi saya. Salah satu nya kelihatan nya panitia kesehatan. "Pusing ya bu" tanya nya. "Iya" kata saya. Lantas dia langsung memijat kepala saya...ya Allah alhamdulillah...saat itu, rasa nya darah di kepala saya terasa menyebar dan pusing nya sedikit berkurang. "Kaki nya agak kram enggak bu ?" tanya nya kemudian. "Kaki nya enggak apa apa sih, cuma kaku sedikit" kata saya. Akwat itupun memijat kaki saya, dan teman lain nya menghibur saya. "Tenang bu, dia tukang pijat...heheheh" kata teman temannya.
Subhanallah...berkat bantuan mereka, pusing saya berkurang, kaki saya tidak kaku lagi walaupun masih terasa kesemutan. Saya dibantu mereka untuk berdiri dan mencoba jalan mencari tempat yang lebih dingin. "Terima kasih ya adik adik" cuma itu yang bisa saya sampaikan saat itu pada mereka. SUami juga mengucapkan hal yang sama.
Kamipun berjalan pelan pelan menuju lokasi yang banyak pohon nya untuk istirahat kembali.
Ya Allah...terima kasih telah Engkau pertemukan dengan adik adik yang sebenarnya tidak mengenal saya, tetapi pertolongan nya pada saya bak menolong keluarga nya saja. Saya tidak bisa membalas kebaikan kalian wahai adik adik...semoga Allah saja yang membalas keikhlasan kalian menolong saya...ammiinnn.
Selalu saja saya pikiran saya berjalan kemana mana, mengharap selalu acara itu sebagai penambah semangat dakwah bagi kemenangan Islam, bahagia akan bertemu dengan saudara saudara seiman, tak lupa bahagia menanti taujih taujih dari ustadz ustadz yang sangat menyejukkan hati dan mengobar kan semangat jiwa dan raga...juga nasyid nasyid yang membakar jiwa jiwa yang lemah agar kembali berdiri tegak dan bergerak dengan shof yang rapat dalam berjihad di Jalan Nya....Allahu Akbar !!!!
Sempat juga janjian dengan beberapa teman lama yang jarang bertemu, dan memang di acara acara terdahulu, selalu saja acara ini menjadi ajang kangen kangenan dengan saudara lama tak basuo...hehehhe
2 hari sebelum nya saya sudah ketar ketir aja, bisa gak ya abi nya di ajak pergi pagi pagi banget, biar dapet depan panggung gitu (hehehe...maluuww), soal gak sreg banget kalo gak lihat langsung gitu ustadz nya ngasih taujih, atau lihat langsung yang nyanyi nansyid. Tapi gak berani juga bertanya tanya, karena akhir akhir ini pekerjaan nya benar benar banyak dan saya yakin dia capek.
Sampai pas hari H nya, memang ternyata kami tidak bisa pergi lebih pagi...jam 7.30 kami baru keluar dari rumah, plus kali ini harus naik kereta, karena motor infentaris harus di tinggal di rumah ibu di Bekasi. Malam sebelumnya dia harus kawal barang ke Bogor, jadi gak mungkin bolak balik cuma ambil motor.
Kami naik kereta, saya dengan PD nya beli karcis sampe stasiun Cikini aja, pas di kereta dan sudah menjelang dekat stasiun Cikini, saya mulai agak agak bingung, karena lumayan banyak ikhwan dan akhwat yang sesama pengguna kereta gak ada yang turun Cikini. Teorinya, kalau mau ke HI, turun Cikini, jalan sebentar trus naik kopaja turun menara BDN kalo gak salah...heheh lupa. Sementara abi nya juga bingung alias lupa kayaknya bagus nya turun mana. Akhirnya kami turun Stasiun Gondangdia, pertimbangan saya, nanti kalo di denda sama PJKA karena sengaja turun lewat dari rute yang dibeli,sementara abi nya ngelihat ikhwan akhwat yang juga sama sama mau ke munashoroh, sebagian besarnya turun Gondangdia. Jadilah kita turun Gondangdia, walaupun ternyata jurusan kita beda. Kami ambil rute sebelah kiri stasiun sementara banyak orang ambil rute sebelah kanan stasiun.
Karena tidak ada kendaraan umum semacam kopaja yang lewat, akhirnya kami naik bajaj menuju HI. Sampai HI saya terbingung bingung...ko sepi ya...perasaan dapat sms dari teman untuk munashoroh ini rute nya Sudirman - Thamrin - Monas...alias long march....kok sekarang sepi bener. Ndak seberapa lama abi sms teman nya menanyakan munashoroh dimana ?...ternyata di monas...hmmmm...perubahan dadakan yang tak sampai ke kami. Akhirnya kami putuskan naik bis, dan ternyata bertemu dengan beberapa rombongan rombongan kecil yang juga tau nya acara di HI. Kami sama sama naik bis.
Sesampai di Monas...suasana sudah amat sangat ramai. Peserta munashoroh plus yang biasa jalan jalan dan olah raga pagi nampak berbaur. Jalan saya arahkan langsung menuju panggung utama...heheheh...maksa mode on. SUasana di areal panggung memang sudah termasuk padat, kalau mau memaksakan diri memang masih ada sih celah celah sedikit yang bisa kita masukin. Dan saya memang semangat sekali untuk bisa masuk ke arena panggung, kalau bisa ke tengah.
Alhamdulillah lumayan bisa agak di tengah, sebelah menyebelah sudah jarang ada ibu ibu yang berdiri, kalaupun ada ya pasti dengan suami dan anak anak nya. Saya datang acara sudah mulai dengan tilawah. Alhamdulillah enggak telat telat banget.
Orasi orasi yang disampaikan oleh para ustadz, juga tamu yang datang dari orang orang nasionalis membuat tambah semangat saya walaupun semakin siang semakin panas. Tambah semangat lagi ketika tampil nasyid Izis yang menyanyikan lagu nasyid yang menggelorakan semangat yang hadir. Para lelaki berjingkrak jingkrak semangat, dan kalaupun saya tak malu...saya pun pasti akan berjingkrak jingkrak pula...hehehe
Nah ketika mulai ada orasi orasi lagi, saya sebenarnya mulai merasakan perut yang berbunyi dan lambung yang terasa sakit...waahhh...baru ingat saya, tadi pagi enggak sarapan. Tapi lapar itu tidak saya rasakan karena mendengarkan orasi dalam kondisi duduk. Selesai orasi orasi itu dan kembali nasyid dihadirkan, kami pun berdiri...dan....mulailah tiba tiba kepala saya pusing, penglihatan agak tidak jelas, dan terasa lemas sekali badan saya. Saya coba jongkok sambil berpegangan kaki suami saya. Rupanya tidak menolong juga karena ditambah kaki yang kesemutan. Saya coba kembali berdiri...dan ternyata hasil nya lebih parah...saya jadi tambah lemas dan tambah pusing. Akhirnya saya duduk saja, karena memang sudah hampir tidak kuat kalau harus jongkok.
Suami saya terlihat agak bingung, karena memang saya enggak pernah kayak gini sebelumnya. "Mi...kenapa mi ? pusing ya...mau di gimanain ?" katanya pelan. Dengan agak memaksakan mengeluarkan suara, karena memang lagi lemas betul, saya minta air. "Air mas...air, kalo ada yang panas lebih bagus" kataku lemas. "Beli dulu ya mas ?" bilang suamiku. "Duh mas kelamaan kalo beli, gak kuat nih, minta aja deh gak apa apa" kataku setengah memaksa. Suamiku diam aja, dan gak lama pergi beli air.
Di tengah tengah menunggu suami itu, ada akhwat yang menanyakan saya "Kenapa bu ?, ko pucat ?". "Iya nih pusing sekali" jawabku sambil tetap memberikan senyum pada nya."Ibu sarapan enggak tadi pagi ?" tanya nya. Agak nyengir nyengir saya bilang "Enggak sempat sarapan nih". "Waahhh...ibu pantesan gak sarapan, ini bu ada roti di makan". Lantas akhwat itu mengeluarkan kotak makan nya berisi roti, juga mengeluarkan air minum mineral nya...Ya Allah...malu rasa nya....
Gak berapa lama suami datang dengan membawa air mineral dan cocktail...heheheh...saya bingung....."Ko coktail gini mas...ini asem, dingin lagi" protes saya. "Udah minum aja, ini manis, gak ada asem nya, gak dingin juga" kata suami....ya sudah saya minum aja...saya cuma berdoa mudah mudahan gak tambah sakit perut karena minum cocktail ini. Sementara itu, akhwat yang membantu saya dengan roti nya ternyata mereka ber tiga. 2 teman lainnya pun akhirnya mengerubungi saya. Salah satu nya kelihatan nya panitia kesehatan. "Pusing ya bu" tanya nya. "Iya" kata saya. Lantas dia langsung memijat kepala saya...ya Allah alhamdulillah...saat itu, rasa nya darah di kepala saya terasa menyebar dan pusing nya sedikit berkurang. "Kaki nya agak kram enggak bu ?" tanya nya kemudian. "Kaki nya enggak apa apa sih, cuma kaku sedikit" kata saya. Akwat itupun memijat kaki saya, dan teman lain nya menghibur saya. "Tenang bu, dia tukang pijat...heheheh" kata teman temannya.
Subhanallah...berkat bantuan mereka, pusing saya berkurang, kaki saya tidak kaku lagi walaupun masih terasa kesemutan. Saya dibantu mereka untuk berdiri dan mencoba jalan mencari tempat yang lebih dingin. "Terima kasih ya adik adik" cuma itu yang bisa saya sampaikan saat itu pada mereka. SUami juga mengucapkan hal yang sama.
Kamipun berjalan pelan pelan menuju lokasi yang banyak pohon nya untuk istirahat kembali.
Ya Allah...terima kasih telah Engkau pertemukan dengan adik adik yang sebenarnya tidak mengenal saya, tetapi pertolongan nya pada saya bak menolong keluarga nya saja. Saya tidak bisa membalas kebaikan kalian wahai adik adik...semoga Allah saja yang membalas keikhlasan kalian menolong saya...ammiinnn.
Saturday, June 09, 2007
Perahu
Perahu
By Rafli
Inilah gerangan suatu maddah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Disanalah Iātikat Diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu
Dialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu
Hai muda arif budiman
Tekan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan
By Rafli
Inilah gerangan suatu maddah
Mengarangkan syair terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Disanalah Iātikat Diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu
Dialah perahu tamsil tubuhmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal diammu
Hai muda arif budiman
Tekan kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan





